|
BAB IX
BERITA ACARA
Pasal 156 |
||||||||
|
(1)
|
Berita acara dibuat untuk setiap tindakan yang diperlukan dalam penyelesaian perkara mengenai:
|
|||||||
|
|
a.
|
pemeriksaan Tersangka;
|
||||||
|
|
b.
|
Penangkapan;
|
||||||
|
|
c.
|
Penahanan;
|
||||||
|
|
d.
|
Penggeledahan;
|
||||||
|
|
e.
|
Penyitaan benda;
|
||||||
|
|
f.
|
Penyadapan;
|
||||||
|
|
g.
|
pemeriksaan surat;
|
||||||
|
|
h.
|
Pemblokiran;
|
||||||
|
|
i.
|
pengambilan keterangan Saksi;
|
||||||
|
|
j.
|
pemeriksaan di tempat kejadian;
|
||||||
|
|
k.
|
pengambilan Keterangan Ahli;
|
||||||
|
|
l.
|
pelaksanaan penetapan Hakim dan Putusan Pengadilan;
|
||||||
|
|
m.
|
pelelangan bukti;
|
||||||
|
|
n.
|
penyisihan bukti; dan
|
||||||
|
|
o.
|
pelaksanaan tindakan hukum lain sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.
|
||||||
|
(2)
|
Berita acara dibuat oleh pejabat yang bersangkutan dalam melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan dibuat atas kekuatan sumpah jabatan.
|
|||||||
|
(3)
|
Selain ditandatangani oleh pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berita acara ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
|
|||||||
|
(4)
|
Tersangka atau Terdakwa berhak meminta konfirmasi kebenaran dari isi berita acara pemeriksaan.
|
|||||||
|
(5)
|
Jika isi berita acara pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak sesuai, Tersangka atau Terdakwa berhak menolak menandatangani berita acara pemeriksaan.
|
|||||||
|
(6)
|
Pejabat yang berwenang wajib memberikan turunan atau salinan berita acara pemeriksaan kepada Tersangka atau Terdakwa.
|
|||||||
BAB IX Berita Acara
Artikel Terkait
Komentar
- Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.