Politik Adu Domba, Masih-kah Manjur ?

Politik Adu Domba, Masih-kah Manjur ?


oleh : Estomihi FP Simatupang
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas MPU Tantular

Devide Et Impera atau yang lebih dikenal dengan Politik Adu Domba atau yang dalam bahasa sehari-harinya dikenal dengan istilah Politik Hasut Menghasut adalah politik yang menciptakan lawan dari lawannya itu sendiri. Yang mana tujuan dari Politik Adu Domba ini adalah memecah belah lawan menjadi keping-kepingan kecil hingga hancur lebur. Mereka (lawan) yang besar dan memiliki persatuan yang kuat , satu paham, satu visi, satu arah dan satu perjuangan menjadi sasaran empuk dari Politik Adu Domba ini.


Meskipun Politik adu domba ampuh tetapi tidak semua Politik adu domba selalu berhasil dan banyak juga yang gagal. Hal ini dikarenakan tidak dikenalnya sifat dan karakter dari pada lawan-lawan nya. Karena tidak semua lawan bisa untuk diterapkan politik adu domba. Untuk dapat melakukan politik adu domba tentu ada beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi agar politik adu domba ini dapat diterapkan dan berhasil. Jika syarat mutlak tersebut tidak dipenuhi maka kemungkinan politik adu domba tersebut tidak dapat diterapkan atau akan gagal.

baca juga : Lawan menjadi Kawan dikala Kawan menjadi Lawan

Dahulu diperkirakan politik adu domba ini tidak akan ada lagi dan tidak lagi efektif dimasa yang akan datang karena pemikiran manusia yang semakin maju dan berkembang sehingga politik adu domba ini hanya dipandang sebelah mata dan tidak dilakukan antipasi ke depan terhadap politik adu domba ini. 



Kenyataan dari pemikiran yang dulu kini berbanding terbalik dan hal itu bisa terbantahkan, bahwa kemajuan dan perkembangan jaman dan perubahan pola pikir manusia tidak serta merta membuat politik adu domba ini mati suri. Politik adu domba atau devide et impera ini juga tergolong dinamis dan mengikuti perkembangan jaman, tidak kaku dan bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, sehingga politik adu domba tidak pernah basi atau ketinggalan jaman namun selalu dikemas dengan bentuk dan cara yang lain sehingga sulit untuk mendeteksinya. Politik adu domba yang ada saat inipun termasuk jenis baru sehingga sulit sekali untuk mendeteksinya seperti halnya seorang dokter yang baru pertama sekali menemukan sebuah jenis penyakit baru sehingga perlu waktu untuk melakukan observasi dalam menyembuhkannya.


Sadar atau tidak sadar seperti virus yang menggerogoti, demikianlah politik adu domba ini mulai ditanam dan menyebar kesendi-sendi masyarakat dan diam disana menunggu. Oleh siapa dan untuk apa kita sulit untuk melacaknya dan jika waktunya tiba virus-virus itu akan dibangunkan untuk menyebarkan virus virus perpecahan sesuai dengan misinya.  

Read More
Akrobat Politik vs Politik Akrobat

Akrobat Politik vs Politik Akrobat

oleh : Estomihi Simatupang
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas MPU Tantular


Atraksi Akrobat adalah sebuah pertunjukan kemahiran atau ketangkasan fisik yang dilakukan oleh para pemain profesional dan terlatih. Dengan aksi akrobat ini diharapkan dapat menarik perhatian dan minat masyarakat untuk menonton pertunjukan akrobat ini. Untuk menarik perhatian masyarakat, maka dalam setiap pertunjukan akrobat selalu ada hal-hal baru yang ditawarkan kepada masyarakat meskipun aktraksi itu tidak jauh berbeda dengan aktrasi yang pernah dipertunjukkan atau dipertontonkan sebelumnya ( hanya dimodifikasi sedikit). 

Kini atraksi aktrobat tidak lagi hanya pertunjukan kemahiran atau ketangkasan fisik saja tetapi juga telah merambat ke dalam dunia politk yang menjadi sebuah pertunjukan kemahiran atau ketangkasan politik yang dilakukan oleh para pemain politik baik politik perorangan atau politik partai. 


Entah kapan atraksi akrobat dalam dunia politik ini dimulai, tetapi yang pasti  atraksi akrobat dalam dunia politik ini sudah lama berlangsung dan sudah pernah dilakukan oleh segelintir pelaku politik. Melihat keberhasilan akrobat dalam dunia politik, sepertinya akrobat dalam dunia politik menjadi tren yang harus dilakukan dalam berpolitik. 

Sepertinya dalam atraksi akrobat fisik untuk menarik perhatian masyarakat demikian juga halnya atraksi akrobat dalam dunia politik. Para pelaku politik hanya cukup mempoles dan membumbui apa yang telah mereka lakukan sebelumnya agar dapat kembali menarik perhatian masyarakat.

Pertunjukan dalam atraksi akrobat fisik identik dengan gaya melompat dan melayang layang. Untuk membuat pertunjukan agar lebih seru dan mendapat respon dari penonton. Maka penonton akan dibuat histeris dengan cara para pemain dibuat seolah-olah akan beresiko celaka. Demikian juga dengan atraksi akrobat dalam dunia politik, seolah-olah para pemain politik berani mengambil resiko demi membela kepentingan rakyat padahal tidak ada resiko yang akan mereka dapat. 





Atraksi akrobat dalam dunia politik sedikit berbeda dan lebih berkembang dari pada aktraksi akrobat pertunjukan fisik. Dalam dunia politik atraksi ada dua jenis yaitu atraksi akrobat politik dan aktrasi politik akrobat. Meskipun kedua-duanya memilliki perbedaan tetapi memiliki tujuan yang sama.

Atraksi Akrobat politik memiliki kesamaan dengan atraksi akrobat fisik yang mana yang menjadi fokus adalah permainan politik yang dimainkan oleh pemain itu sendiri untuk menarik perhatian penonton agar tertuju padanya dengan cara melompat-lompat dan melayang-layang seolah-olah akan beresiko celaka yang membuat penonton merasa histeris. Demikian halnya dilakukan oleh para akrobat politik dalam menarik perhatian dan simpati masyarakat terhadap langkah politik yang diambilnya. 

Atraksi politik akrobat berbeda jauh dengan atraksi akrobat politik, karena dalam atraksi politik akrobat yang berakrobat (melompat-lompat dan melayang-layang) untuk menarik perhatian masyarakat agar histeris adalah politiknya. Politiknya yang membuat masyarakat histeris seolah-olah akan mengalami sebuah resiko karena membela kepentingan rakyat. 
Read More
Lawan menjadi Kawan dikala Kawan menjadi Lawan

Lawan menjadi Kawan dikala Kawan menjadi Lawan



by : Estomihi Simatupang
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Ada istilah dalam dunia politik yang mengatakan bahwa "tak ada kawan yang abadi tetapi yang ada adalah kepentingan abadi". Istilah ini menggambarkan bahwa siapapun bisa menjadi kawan dan siapapun bisa menjadi lawan tergantung dari pada kepentingan dan tujuan politiknya. 

Akan menjadi kawan ketika kepentingan atau tujuan politiknya sama. Dan akan menjadi lawan ketika kepentingan atau tujuan politiknya berbeda. Tidak peduli apakah tadinya lawan yang penting satu kepentingan dan tujuan. Ironisnya dalam dunia politik harga diri atau idealisme tergadai atau terjual karena kepentingan itu. Dalam dunia politik hal yang seperti ini adalah sesuatu hal yang biasa dan lumrah dan tak perlu malu atau jaim. Karena dalam dunia politik meskipun kita berkawan kita tidak akan pernah mendapat arti dari pada nilai-nilai Perkawanan itu sendiri. Karena dalam dunia politik hal itu tidaklah dibutuhkan karena dasar perkawanan yang dibangun adalah berdasarkan kepentingan yang juga diikat oleh kepentingan itu dan akan lepas sendiri ketika kepentingan itu selesai.

Kelanjutan perkawanan akan ditentukan oleh kepentingan atau tujuan politiknya masing-masing. Kepentingan dan tujuan politik itulah yang menentukan apakah akan menjadi kawan atau menjadi lawan.   

Namun perlu digaris bawahi bahwa dalam dunia politik tidak ada kepentingan abadi tetapi yang ada adalah kepentingan sesaat. Mengapa demikian karena politik itu dinamis, bergerak dan tak pernah puas. Lawan menjadi Kawan dikala Kawan menjadi Lawan itulah politik yang sesungguhnya.
Read More
Politik Bak Sebuah Seni

Politik Bak Sebuah Seni


oleh Estomihi Simatupang
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Politik adalah upaya atau cara untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri maupun tujuan bersama yang dilakukan baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dalam waktu yang singkat ataupun dalam kurun waktu yang tidak ditentukan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban maupun tidak dan yang dilakukan sendiri maupun melalui orang lain dengan cara kasar maupun dengan cara halus.

Politik bak sebuah seni, yang indah dipandang mata dan merdu didengar oleh telinga. Politik dan Seni tidaklah jauh beda, keduanya bahkan digambarkan seperti dua bersaudara kembar.

bersambung...


Read More